Kyoto dan Arashiyama

Nihon e youkoso!

Akhirnya sampai juga di Kyoto setelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan dengan Shinkansen dari Tokyo.

Untuk trip kali ini setelah tanya-tanya dengan para suhu group backpacker di facebook.  gue direkomendasikan untuk explore Kansai terlebih dahulu karena berhubung pulang pergi via Haneda, dan kami memutuskan untuk stay lima hari Kyoto untuk explore daerah Kansai, dapat penginapan airbnb cukup murah di Muko, pinggiran prefektur Kyoto. Host kami bernama Ryo, menyewakan rumah lama Ibunya, dan ternyata rumah Ibunya ini bersebelahan dengan rumah yang kami tempati. Namanya Ibu Etsuko, selain orangnya baik banget ternyata Etsuko-san juga seorang master ceremony tea jadi semua tamu yang nginap dirumahnya akan diajak ceremony tea secara gratis, hitung-hitung berbagi budaya Jepang yang sudah jarang diminati generasi muda menurut Etsuko dan Ryo, gue akan berbagi cerita bagaimana pengalam ceremony tea ini berlangsung nanti ya.

Begitu sampai di Kyoto station, sesuai planning kami akan eksplore daerah Arashiyama dan ini sesuai perhitungan untuk mengeksplor Arashiyama itu perlu waktu seharian. Titip koper di station sebesar Kyoto pun cukup tricky karena, walaupun locker banyak biasanya suka  penuh kalau kita terlalu siang terutama untuk locker yang besar dan yang posisinya strategis, yang kedua karena saking besarnya Kyoto station kami dibuat bingung ketika mau ambil kopernya lagi posisinya ada dimana locker itu. Jadi, jangan lupa untuk foto area patokan sekitar locker dan juga nomor lockernya, kalau masih nyasar juga bisa nanya ke bagian information karena hampir semua station besar itu pasti ada map-nya kita bisa minta gratis ke information.

Untuk menuju Arashiyama dari Kyoto station cukup mudah, naik kereta JR menuju Saga Arashiyama station, setelah sampai jalan sekitar 1km menuju Togetsukyo Bridge. Karena Arashiyama ini daerah yang touris banget jadi cukup mudah menemukan spot-spot wisatanya, gue cuma ngikutin rombongan orang-orang aja pas menuju kesana.

IMG_2961

Entah kenapa gak begitu excited pas di Togetsukyo Bridge karena ruamee dan cuacanya cukup terik gak sesuai perkiraan padahal sudah pertengahan Oktober, akhirnya tergoda jajan ice cream biar adem.

IMG_2959
matcha mix soya soft ice cream 500 yen

Gak jauh dari Togetsukyo Bridge sekitar 500 meter sudah mulai masuk kawasan Arashiyama Bamboo Grove yang terkenal itu, ekspektasi mau ambil foto-foto keren eh ternyata rame banget haha. Di dalam area bamboo grove itu ada Ohkouchi Sansou Garden, sempet baca di blog orang itu merupakan salah satu tempat shooting the last samurai tapi gak ngeh juga sih untuk scene yang mana karena entrance fee-nya lumayan mahal 1,000 Yen akhirnya kita gak masuk. Selain itu bisa juga naik Saga Arashiyama Scenic Train harga tiket 620 Yen, tapi kita gak jadi naik karena udah kesorean gak ada schedulenya lagi. Akhirnya foto-foto aja didalam area bamboo grove yang agak sepi.

IMG_3072

Karena sudah sore banget akhirnya kami balik lagi ke Kyoto station, untuk ambil koper dan dinner, karena sama sekali gak nemu makanan berlogo halal di Kyoto station akhirnya kami makan nasi curry dan chicken katsu yang porsinya banyak banget dan uenaaak.

Perut sudah kenyang kita lanjut naik kereta ke rumah host airbnb, sesuai arahan dari host dari Kyoto station kita naik kereta JR ke Katsuragawa station, dari sini kerumah host jaraknya 2km atau 25 menit jalan kaki, karena kita semua bawa koper gede akhirnya coba naik taksi aja, norak taksi di Jepang pintunya bisa kebuka sendiri dan gue sempet diomelin sama bapak supirnya, karena main buka pintu depan kebiasaan kalau di Indonesia info tujuan musti buka buka pintu depan samping pak supir. Hehe

Tarif taksi buat 2km itu sekitar 800 Yen kalau ga salah, mahal ya! Apakabar kalau dari airport ke kota. Rumahnya Ryo ini bener-bener masuk ke dalem gang dan belok-belok lewatin sawah, tapi pas booking liat reviewnya banyak yang bilang rumahnya emang agak jauh dari station tapi jalan kaki seru kok karena viewnya bagus. Penasaran dong, berhubung udah malem gelap gak keliatan apa-apa. Begitu sampai dirumah airbnb, Etsuko langsung menyambut kami dan menjelaskan berbagai jenis transportasi di sekitar Kyoto dan daerah yang wajib dikunjungi, peraturan selama stay dirumah dia dan info-info lainnya dengan bahasa inggris sebisanya, yang gue sama sekali ga ngerti, hal yang gue tangkep adalah dia selalu ngomong kore’ di akhir kalimat dan gue selalu jawabin dengan kore’ juga. Entah artinya apa, mungkin kaya paham kan? Yaudah gue jawab iya paham. Haha. Etsuko pun menawarkan ceremony tea, dan kita setuju untuk arrange schedule ceremony tea di malam keempat kita di Kyoto.

IMG_3290
Nah ini view sawah yang kata orang bule indah bange, biasa sih di kampung juga banyak bedanya disini bersih aja hehe

Untuk biaya penginapan 5D4N di airbnb sekitar Rp. 4,600,000 dibagi lima orang jadi kurang lebih per orangnya Rp. 900,000 an, jauh lebih murah dan nyaman dibanding di dorm hostel, walaupun jalan kaki 25 menit masih worth it lah karena cuaca disana juga enak, ini link untuk airbnb yang gue pakai https://www.airbnb.com/rooms/2629255. Selain itu,  Etsuko punya Japanese garden yang bagus banget dirumah yang dia tempatin, dia juga nyewain kimono buat foto-foto di tamannya tapi lupa harganya berapa.

Untuk explore Kansai hari kedua, kami akan pergi ke Osaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s