Okayama & Ceremony Tea yang Menyenangkan

Hari ini kita pisah lagi, mba Irene berdua Koko ke Nara, dan gue trip bareng Sausan dan Palkon ke Okayama, karena mereka keluar dari rumah lebih siang dan gue masih ngurusin kerjaan juga. Oh iya banget gue bawa-bawa kerjaan (baca:laptop) ke Jepang karena saat itu gue lagi ngerjain event besar yang diadain di bulan November, jadi semua komunikasi lagi sangat intens.

Tujuan kita ke Okayama ini sama sekali diluar planning, hanya modal googling aja. Mungkin masih gak begitu banyak yang denger Okayama, memang ga banyak wisatawan yang kita temuin selama disana jadi kota ini amat sangat menyenangkan! Okayama punya castle yang bisa dibilang bagus juga. Perjalanan dari Kyoto ke Okayama memakan waktu 90 menit dengan Shinkansen direct Okayama, bisa juga lebih cepat dengan waktu 50 menit tapi harus transit di Shin-Kobe.

Begitu sampai di Okayama, gue cuma bilang “Ojhaan ini kotanya enak banget aku mau nginep sini aja kalau ke Jepang lagi ah!” kotanya seperti kota Jepang kebanyakan bersih pastinya, tapi suasannya tenang dan orangnya ramah-ramah mungkin karena pinggiran banget kali ya? Begitu sampai Okayama station kita langsung cari tourist information center untuk minta maps dan nanya-nanya   spot wisata. Untuk menuju ke Okayama castle bisa jalan kaki kalau mau hemat lumayan 1.8km, by the way diperjalanan menuju castle ada mas-mas Jepang ganteng, dan kata Ojhan dia senyum ke gue tapi berhubung gue suka gak ngeh jadi cuma bilang “eh masa jan, kapan kok ga liat gue..ih Ojhan kapan lagi disenyumin mas-mas Jepang ganteng….” Tapi menurut gue cowok-cowok Jepang itu emang cakep-cakep apalagi yang daerah Kansai, kalau Tokyo biasa aja sih ya imbang yang cakep ada, biasa ada, jelek juga ada.

Okesip udahan bahas lakinya, jadi Okayama castle ini kalau yang gue tangkep dari cerita yang ada di papan sejarahnya bekas tempat tinggal tuan tanah(?)/pejabat di era itu dengan segala drama yang terjadi masa itu mulai perpindahan kepemilikan sampai pada akhirnya castle ini terbakar dan akhirnya dibangun ulang.

IMG_3461

Disini juga ada garden yang dibangun sama pemilik castle, tapi gue gak masuk karena selain bayar kita juga laper pengen buru-buru cari makan. Dijalan keluar komplek castle ini kita ketemu lagi sama anak sekolah Jepang yang kita ajak foto di castle, dari awal sampe Jepang pengen aja foto bareng sama anak sekolah yang pake seragam lucu kebetulan pas di Okayama anak seragama anak sekolahnya lucu jadi kita ajak foto deh, sebenernya sih si Palkon yang pengen banget foto bareng mungkin biar berasa kaya foto sama AKB48?

IMG_3449
kalau situasinya sama ABG Jakarta mungkin udah dinyinyirin apa sih ini SKSD banget mbak-mbak turis

Tujuan kita selanjutnya Canal Kurashiki, dari Okayama station bisa naik kereta JR kurang lebih 15 menit.
Suasana di canal Kurashiki ini persis seperti jaman Edo, banyak toko yang sudah dirubah menjadi museum, cafe dan butik, areanya sangat kecil cuma sepanjang 1 blok aja. Setelah masuk ke beberapa toko souvenir gue baru ngeh ternyata canal ini merupakan salah satu set lokasi shooting Rurouni Kenshin untuk adegan Kenshin yang naik getek(?) di sungai terus ketemu sama Sanosuke pendekar yang bawa pedang gede banget. Pantas aja gue ngerasa ini daerah kaya gak asing viewnya.

IMG_3366
twilight in Kurashiki

Anyway, di perjalanan menuju Canal Kurashiki ini ternyata ada gempa, tapi karena gempa itu hal yang biasa di Jepang jadi orang-orang pun biasa aja, gue sendiri pun gak begitu sadar karena lagi jalan dibawah pertokoan emang sih kedengeran bunyi kencang dan gue berasumsi itu suara kereta atau monorail yang jalurnya ada diatas pertokoan, dan baru sadar setelah keluar areal pertokoan kok ga ada kereta diatas gedungnya, terus rambu jalan goyang kenceng banget, akhirnya sadar kalau itu gempa. Ternyata gempa ini cukup besar, kita baru tau ketika mau balik ke Kyoto banyak kereta delayed karena jalurnya yang rusak karena gempa. Untung ini Jepang, jadi penangannya cepat, kita udah panik juga takut gak bisa balik ke Kyoto telat karena seharusnya hari ini kita ada tea ceremony dirumah Etsuko.

Kita terlambat satu jam dari janji yang sudah kita buat sama Etsuko, untungnya Ryo dan istrinya mau pickup kita Katsuragawa station karena kebetulan dia lagi dalam perjalanan menuju rumah Etsuko.

Begitu sampai dirumah Ibunya, Etsuko sudah anggun dengan kimono yang dia pakai, peralatan ceremony tea pun sudah disediakan di dalam ruangan. Setelah dipersilahkan, gue duduk persis di depan Etsuko dan posisi ini yang menjadikan gue sebagai first drinker di upacara ini. Selagi Etsuko menyiapkan teh untuk kami, Ryo menjelaskan secara detail do’s & dont’s selama ceremony tea berlangsung. 

Sebagai first drinker gue mendapatkan cup yang istimewa dengan bentuk yang tidak bulat sempurna, dan yang lebih istimewanya lagi, cup ini merupakan handmade cup yang dibuat oleh Ayahnya Ryo 15 tahun silam.

Ternyata peran first drinker ini sangat penting, dalam aturannya hanya first drinker yang boleh berbicara selama ceremony berlangsung dan yang lainnya harus tetap diam dan mendengarkan, bahkan Etsuko sebagai penyaji teh pun tidak boleh berbicara sama sekali. Hal yang dibicarakan pun hanyalah hal yang berhubungan dengan teh dan ceremony itu jadi gak boleh ngebahas hal yang diluar topik. Jepang dalam kehidupan sosialnya memang sangat menjunjung etika, bahkan ketika sudah pulang ke tanah air kebiasaan bowing masih suka gue lakukan tanpa sadar ketika bertemu orang lain. 

 

Berhubung ini malam terakhir kita di Kyoto, setelah ceremony tea selesai kita masih ngobrol-ngobrol dengan Ryo dan Ibunya berbagi cerita tentang pengalaman kita selama di Jepang dan mereka amaze dengan cerita Sausan ketika dia berdua Palkon terjebak di Mt Shosha, Himeji karena ketinggalan cablecar terakhir. 

Gue ngerasa sangat beruntung bisa mencoba traditional ceremony tea ini, thanks to Ryo dan Etsuko yang sudah mengajak tamu-tamunya untuk berbagi tentang kebudayaan tradisional Jepang, semoga kita bisa bertemu lagi dilain waktu ya! 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s