Melacak Kembali Sejarah Kota Kyoto

This is our last day in Kyoto, planning awal itu gue akan day trip ke Hakone dari Kyoto dan pulangnya langsung ke Tokyo. Tapi, airbnb host gue menyarankan kita untuk ikutan Jidai Matsuri saja karena itu merupakan salah satu festival besar di Kyoto, dengan iring-iringan parade yang dipartisipasi lebih dari 2000 orang dimulai dari Imperial Palace dan diakhiri di Heian Shrine.

Setiap tanggal 22 October, Heian Jingu Shrine mengadakan festival yang megah yang disebut dengan Jidai Matsuri, yang berarti festival of ages. Seperti yang sudah diketahui Kyoto pernah menjadi Ibu Kota Jepang selama lebih dari 10 abad, sebelum akhirnya dipindahkan ke Tokyo. Di festival ini lo bisa menyaksikan bagaimana perubahan sejarah kebudayaan dan pemerintahan Jepang dalam kurun waktu 10 abad.

Menyaksikan parade ini gue ngerasa¬†seperti menyusuri kembali sejarah kebudayaan Jepang di kota Kyoto. Menyaksikan dan merasakan bagaimana “real old Japan” yang sesungguhnya sih. Karena, melalui Jidai Matsuri kita akan diberikan cerita singkat melalui barisan parade dengan kostum dari berbagai periode sejarah Jepang yang dimulai dari karakter era Restorasi Meiji, Edo Period sampai ke Heian Period.

IMG_3487
kostum pengawal dari salah satu era di Jepang

Pagi hari itu Kyoto Imperial Palace sudah dipenuhi turis, jadi gue gak bisa dapat spot yang bagus, kalau mau nyaman dan dapet spot bagus untuk foto kita bisa reserve seat juga tapi berbayar ya. Reserve seat itu ada di tiga area, yaitu Kyoto Imperial Palace, dekat Kyoto City Hall dan Heian Shrine. Kalau mau gratisan dapat spot foto yang bagus juga bisa disepanjang jalan yang dilewatin rute parade ini.

Route Jidai Matsuri

Berhubung gue gak begitu suka berlama-lama disuatu tempat yang terlalu ramai, jadi stay di Imperial Palace cuma sebentar juga, setelah cukup puas liat para peserta parade yang cakep-cakep, akhirnya gue dan teman-teman melihat parade dari luar Imperial Palace sambil cari makan siang.

IMG_3504
Ladies in the Edo Period, Princess Kazu. Btw, mas-mas yang ke foto ini cakep loh

Ternyata diluar Imperial Palace gue bisa melihat parade dengan lebih jelas, dan gue juga bertemu sama bapak-bapak fotografer asal Indonesia yang sengaja terbang ke Jepang untuk menyaksikan festival tahunan ini. Lucky me, bisa ikutan festival ini secara gak sengaja.

Karena udah tepar banget jalan kaki muter-muter Kyoto mulai dari nonton parade, nyari makanan kedai yang murah sampai keluar masuk book off buat nyari CD Tatsuro Yamashita yang mahal banget dan gue tetep khilaf beli, akhirnya kita mutusin untuk segera balik ke Tokyo dengan shinkansen.

IMG_3562
Bahkan CD bekas di Jepang aja mahal!

Total tiga hari gue muter-muter kota Kyoto, lebih dari cukup puas sih. Kyoto kota yang menyenangkan penduduknya ramah, cakep cakep tapi kurang menyenangkan buat dompet! Hehe.

Sayonara Kyoto-shi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s